- Advertisement -
Pro Legal News ID
Nasional

Ucapkan Belasungkawa, KSAU Kunjungi Rumah Pilot Lettu. Pnb. Allan Safitra

Lettu Pnb Allan Safitra, pilot pesawat T-50i Golden Eagle (rep)

Jakarta, Pro Legal News- Menurut Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, peristiwa jatuhnya Pesawat T-50i Golden Eagle di Blora, Jawa Tengah, merupakan risiko dari tugas prajurit sebagai insan Angkatan Udara.”Accident ini merupakan pengalaman yang sangat-sangat berharga sekali dan merupakan resiko dari tugas kita sebagai insan Angkatan Udara. Kehadiran saya disini untuk memberi semangat kalian semua, segera terbang dan ciptakan suasana terbang yang profesional,” ujar  Fadjar di hadapan para penerbang Lanud Iswahjudi, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis (21/7).

KSAU juga  menegaskan  jika para penerbang adalah aset yang sangat berharga. Ia pun meminta para komandan dan senior untuk membimbing serta secara berjenjang turut mengawasi dalam pelaksanaan tugas sehingga tercipta suasana profesional dan terbuka.

Dia juga berpesan kepada seluruh penerbang untuk tetap semangat dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia.

Sebelum memberi pengarahan itu, Fadjar terlebih dahulu mengunjungi kediaman Kapten Pnb Anumerta Allan Safitra, yang meninggal dunia dalam insiden di Blora.
Ia menyampaikan langsung ucapan belasungkawa kepada istri Allan beserta keluarga.

Seperti diketahui, peristiwa ini bermula saat pesawat dengan nomor ekor TT-5009 itu berangkat dari Lanud Iswahjudi sekitar pukul 18.24 WIB, Senin untuk melakukan latihan terbang malam.

Pada pukul 19.25 WIB, pesawat yang diawaki satu penerbang sebagai pilot itu masih melakukan kontak dengan flight director, namun setelah itu posisi pesawat tidak dapat dikontak.

Setelahnya, aparat dan masyarakat setempat telah mengonfirmasi soal penemuan serpihan logam yang diduga lokasi jatuhnya pesawat tempur tersebut. Proses evakuasi pun dilakukan sejak Senin malam. Tim SAR Lanud Iswahjudi yang dikirim ke lokasi berhasil mengevakuasi jasad pilot yakni, Lettu Pnb Allan Safitra, Selasa.

Bersama unsur SAR kewilayahan dan masyarakat, tim SAR Lanud Iswahjudi, juga mengamankan reruntuhan pesawat di lokasi. Usai evakuasi, jenazah Lettu Pnb Allan langsung dibawa ke Lanud Iswahjudi untuk disemayamkan sejenak di Hanggar Skadron Udara 15. Setelahnya, jenazah diterbangkan ke Jakarta menggunakan pesawat TNI AU untuk dimakamkan di Bekasi.(Tim)

prolegalnews admin

Tinggalkan Balasan