- Advertisement -
Pro Legal News ID
Nasional

Terkait Pemulangan Ainun Najib Setneg Lempar Ke Kiai NU

Praktisi teknologi informasi, Ainun Najib (rep)

Jakarta, Pro Legal News– Menindaklanjuti  pernyataan Presiden Jokowi tentang keinginan memulangkan praktisi teknologi informasi, Ainun Najib  Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) melempar masalah pemulangan  tersebut kepada para kiai Nahdlatul Ulama (NU).

Hal itu disampaikan Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara Faldo Maldini merespons Ainun yang mengaku belum dihubungi sama sekali setelah Presiden Joko Widodo menyebut namanya pada Harlah ke-96 NU.

Menurut  Faldo, Presiden Jokowi hanya memberi usulan untuk memulangkan talenta-talenta muda NU dari luar negeri. Menurutnya, tindak lanjut usulan itu ada di tangan para ulama NU. “Masalah permintaan resmi kepada Mas Ainun, tentunya lebih tepat dijawab oleh Kiai-Kiai dan guru-guru kami petinggi PBNU. Harapan Presiden sudah sangat jelas, NU menjadi organisasi lokomotif digital Indonesia,” ujar Faldo,   Jumat (4/1).

Faldo juga mengungkapkan jika Jokowi telah memantau sejumlah warga NU yang berkiprah di luar negeri karena percaya warga Nahdliyin itu modal untuk mendorong perubahan di era digital.

Mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI Jakarta itu menurut Faldo ingin revolusi digital menyentuh semua kalangan. Oleh karena itu, Jokowi meminta bantuan NU yang punya kekuatan di akar rumput untuk mengoptimalkan talenta-talenta muda. “Ini semacam provokasi positif dari Presiden Jokowi,” ujar Faldo.

Seperti diketahui Presiden Jokowi  sempat menyinggung Ainun Najib saat berpidato pada Harlah ke-96 NU. Jokowi menyebut Ainun adalah kader muda NU yang berbakat di bidang teknologi. Jokowi mengusulkan agar para kiai NU memanggil Ainun untuk pulang ke Indonesia. Ainun saat ini tinggal dan berkarier di Singapura. “Masih muda sekali, namanya Mas Ainun Najib, NU, tapi di sana gajinya sangat tinggi. Jadi, kalau diajak di sini harus bisa menggaji lebih gede dari yang di Singapura. Ini tugasnya nanti Pak Kiai, kalau beliau yang ngendiko, digaji berapa pun, bismillah pasti mau,” ujar Jokowi.

Usai pernyataan itu, Ainun mengaku belum tahu harus merespons seperti apa. Ainun pun mengaku belum dihubungi oleh siapa pun terkait pidato Jokowi itu. “Belum tahu mesti merespons bagaimana, belum ada approach (pendekatan) resmi yang datang juga,” kata Ainun dalam keterangan tertulis di situs resmi NU, Kamis (3/2).(Tim)

prolegalnews admin

Tinggalkan Balasan