- Advertisement -
Pro Legal News ID
Kriminal

Satgas Anti Mafia Bola Sita Puluhan Bukti Pengaturan Skor

Sejumlah Penyidik Satgas Anti Mafia Bola menggeledah kantor PSSI di FX Office Tower lt. 14 Jalan Jenderal Sudirman.

Jakarta, Pro Legal News – Satgas Antimafia Bola cegah Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono bepergian ke luar. Joko telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengaturan skor.

Satgas menyita sebanyak 75 barang bukti ketika melalukan penggeledahan di apartemen milik Joko di bilangan Kuningan, Kamis (14/2).

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo, dugaan keterlibatan Joko didasari temuan 75 barang bukti yang berkaitan dengan kasus pengaturan skor di apartemen Joko Driyono.

“Hasil audit 75 barang bukti yang dilakukan Satgas ternyata memiliki keterkaitan dengan pengaturan skor seperti yang dilaporkan Lasmi dari PS Banjarnegara,” kata Dedi di Mabes Polri, Sabtu (16/2).

Pemanggila Joko atau biada dipanggil Jokdri ke Polda Netro Jaya kata Dedi pada Senin (18/2) berkaitan dengan dugaan keterlibatan dia dalam kasus pengaturan skor.

Dukatakan Brigjeb Dedi, ada dua hal yang didalami oleh Satgas Antimafia Bola. Pertama, fokus perusakan dan pencurian barang bukti. Kedua, ada keterkaitan laporan polisi Lasmi menyangkut beberapa pertandingan yang diikuti Persiba Banjarnegara.

Lasmi Indriyani adalah Manajer Persiba Banjarnegara yang melaporkan adanya dugaan pengaturan skor yang terjadi di Liga 3 Indonesia.

Barang bukti yang diamankan antara lain 1 laptop, 1 iPad, dokumen-dokumen pertandingan, buku tabungan, kartu kredit, uang tunai, 4 bukti struk transfer, 9 handphone, 1 dokumen PSSI, 2 flashdisk, 2 lembar cek kuitansi, 1 bundel surat, 1 bundel dokumen, dan 1 tab.

Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola menetapkan Joko Driyono sebagai tersangka perusakan barang bukti dalam kasus pengaturan skor tersebut.

Jokdri diduga merupakan aktor yang memerintahkan tiga tersangka lain mencuri dan merusak barang bukti sebelum penyidik Satgas menggeledah kantor Komisi Disiplin PSSI, Januari lalu.

Joko Driyono dijerat Pasal 232, 233, 235, dan 363 KUHP. Di samping itu, ia dicekal untuk bepergian ke luar negeri selama 20 hari ke depan. Rico

prolegalnews admin

Tinggalkan Balasan