- Advertisement -
Pro Legal News ID
Nasional

Saatnya Bersih-Bersih BUMN

 

Jakarta, Pro Legal News – Pernyataan Menneg BUMN, Erick Tohir jika ada indikasi korupsi di sejumlah BUMN, seperti PT Krakatau Steel dan sejumlah PTPN seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk membersihkan sekaligus membenahi tata kelola BUMN. Hal itu dikemukakan oleh mantan Komisaris PTPN VII, R Yuniono Soehartjahjono SH.

Sudah saatnya pemerintah terutama Menneg BUMN menggunakan pendekatan profesionalisme dalam mengangkat jajaran direksi maupun komisaris. Maklum selama ini ada kesan jabatan Direksi BUMN maupun Komisaris BUMN adalah tempat ‘mondok’ kalangan politisi. Sebenarnya menurut Yuniono hal itu masih masuk kategori wajar, tetapi menurutnya pemerintah harus tetap menggunakan prinsip the right man on the right place , sehingga figur yang ditunjuk memilki road moap yang jelas untuk memajukan BUMN sebagai lembaga pemerintah yang memiliki profit oriented.

Bukan justru sebaliknya BUMN yang menjelma tak ubahnya sebagai parasit dan menggantungkan kelangsungan hidupnya dari subsidi pemerintah. Sebagai mantan Komisaris BUMN, Yuniono mengaku prihatin dengan kinerja keuangan sejumlah BUMN terutama PTPN. Padahal BUMN ini bergerak dalam bidang pertanian dan perkebunan, yang seharusnya tidak terpengaruh oleh kondisi pandemic.

Karena BUMN ini bergerak dalam bidang pertanian dan perkebunan yang menghasilkan barang-barang konsumsi. Sehingga tidak mengalami fluktuasi yang tajam, ketika terjadi pandemi. Tetapi faktanya, kinerja keuangan sejumlah BUMN itu sangat buruk. Menurutnya ada beberapa persoalan krusial yang harus segera dilakukan oleh pemerintah untuk menyelamatkan BUMN itu sehingga menjadi lembaga bisnis yang menguntungkan dan memberikan kontribusi terhadap APBN.

Misalnya harus dibenahi dan diinventerisasi asset berupa lahan milik BUMN, karena banyaknya tumpang tindih kepemilikian. Selain tata kelola asset, beberapa hal yang perlu dibenahi adalah proses pembibitan termasuk pemilihan varietas yang lebih produktif, pemupukan untuk membenahi kadar hara tanah, teknik pengolahan, packaging, hingga teknik pemasaran.

Apabila semua langkah itu ditempuh Yuniono yakin jika BUMN Perkebunan akan menjadi lembaga yang menguntungkan dan memberikan kontribusi terhadap keuangan Negara. Dengan berbagai langkah itu, BUMN akan memperoleh keuntungan sekaligus bisa mengembalikan pamor Indonesia sebagai Negara agraris yang menghasilkan produk-produk berkualitas yang diakui dunia seperti tempo doeloe, seperti karet, teh, cengkeh, kopi, hingga tembakau.(ger)

prolegalnews admin

Tinggalkan Balasan