- Advertisement -
Pro Legal News ID
Hukum

Puspitasasri SH : Tuntutan Hukuman Mati Terhadap Koruptor Itu Wajar

Fathrulah Puspitasari SH.MH (ist)

Jakarta, Pro Legal News–  Tuntutan hukuman  mati Jaksa Penuntut Umum (JPU), terhadap  Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat  itu  dinilai wajar. Hal itu  dikemukakan oleh praktisi sekaligus akademisi hukum, Fatrhulah Puspitasari  SH. MH.  Apalagi  bila Heru memang  terbukti korupsi bersama-sama mantan Direktur Utama ASABRI Adam Damiri dan Sonny Widjaja, serta beberapa pihak lain hingga merugikan negara sebesar Rp 22,7 triliun.

Sanksi hukuman yang maksimal itu menurut Puspitasari akan bisa memberikan efek jera (detterent effeck)  terhadap masyarakat.”Saya kasus korupsi ini telah menjadi atensi kita bersama, karena masuk kategori extra ordinary crime (kejahatan yang luar biasa) yang telah diamanatkan dalam reformasi,” jelas Puspitasari. Sehingga pemberian hukuman yang maksimal itu bisa memberikan pesan kepada masyarakat untuk tidak melakukan korupsi.

Apalagi secara norma hukum, pemberian hukuman yang maksimal itu menurut Puspitasari telah memiliki dasar hukum yakni Pasal 2 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,”Saya kira tuntutan Jaksa Penuntut Umum sangat wajar, karena kita telah memiliki payung hukum dalam bentuk Pasal 2 UU No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sepanjang JPU bisa membuktikan dakwaannya,” jelas Pupsitasari.

Dengan pemberian hukum yang maksimal,  menurut Pupsitasari publik akan menilai tingkat komitmen dan keseriusan aparat penegak hukum dalam proses penegakkan supremasi hukum (law enforcement)  sekaligus upaya pemberantasan korupsi sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan good and cleans governance  yang selama ini telah digaungkan bersama.

Tetapi Puspitassari berharap aparat penegak hukum bisa bertindak secara profesional dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah (persumpsion of innoncent), sekaligus menyidik persoalan itu dengan prinsip kehati-hatian sehingga hak-hak terdakwa masih bisa terpenuhi. Dan aparat penegak hukum bisa terhindar dari penilaian jika proses hukum itu hanya semata-mata berdasar dari tekanan publik (trial by opinion).

Seperti diketahui, dalam dakwaanya JPU mengatakan Heru telah memperkaya diri terkait pengelolaan saham PT ASABRI. Selain Heru, dua mantan Dirut ASABRI juga turut diperkaya oleh Heru.  Jaksa menilai tindakan Heru telah mencederai rasa keadilan masyarakat. “Terdakwa mendapat keuntungan yang di luar nalar kemanusiaan dan mencederai rasa keadilan masyarakat,” ujar jaksa seperti dikutip dari Antara.

Dalam kasus ini Heru disebut menerima sekitar Rp12,6 triliun, Sonny Widjaja sebesar Rp 64,5 miliar, Ilham Wardhana Bilang Siregar sebesar Rp 241,7 miliar, dan Adam Rahmat Damiri Rp 17,9 miliar.  Jaksa  Penuntut Umum juga meyakini Heru  telah terbukti melakukan pencucian uang (TPPU). Heru mendapat keuntungan tak sah dari pengelolaan saham PT ASABRI sekitar Rp12,6 triliun, keuntungan itu kemudian disamarkan oleh Heru dengan membeli aset.

Jaksa juga menuntut Heru untuk mengembalikan uang pengganti senilai Rp12,6 triliun. Jika Heru tak membayar uang pengganti setelah 1 bulan pembacaan putusan berkekuatan hukum tetap, harta bendanya bisa disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. “Membebankan ke terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 12.643.400.946.226,” ujar jaksa.

Dalam kasus ini, terdapat 8 orang terdakwa yang disinyalir merugikan negara mencapai Rp 22,7 triliun. Mereka antara lain mantan Direktur Utama ASABRI, Mayjen (Purn) Adam Rahmat Damiri, mantan Direktur Utama PT ASABRI Letjen (Purn) Sonny Widjaja.

Kemudian Kepala Divisi Keuangan dan Investasi PT ASABRI periode 2012-2015 Bachtiar Effendi, Direktur Investasi dan Keuangan PT ASABRI periode 2013-2019 Hari Setianto, Presiden Direktur PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi.
Kemudian ada juga nama  Presiden PT Trada Alam Minera Heru Hidayat, Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relations Jimmy Sutopo, serta Komisaris PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro.(ger)

prolegalnews admin

Tinggalkan Balasan