- Advertisement -
Pro Legal News ID
Nasional

Potensi Ancaman Terorisme Dalam Event Asian Game Perlu Diantisipasi

Jakarta, Pro Legal News Dalam Pidatonya pada perayaan Hari Bhayangkara 2018 di Istora Senayan, Jakarta Presiden Jokowi instruksikan Polri untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman terorisme, perlu disikapi jajaran kepolisian dengan serius. Apalagi pelaksanaan Asian Games tinggal lima pekan lagi. Jaminan keamanan harus benar benar diberikan Polri, terutama kepada atlet dan ofisial asing.

Menyikapi hal tersebut  Ind Police Watch (IPW) mengingatkan, bahwa pelaksanaan Asian Games akan melibatkan banyak warga negara asing, baik sebagai atlet maupun sebagai offisial. Polri jelas tidak boleh lengah dan ceroboh serta kecolongan. Ruang gerak para teroris harus dikunci rapat. Jika Polri lengah dan terjadi aksi teror dipastikan para peserta Asian Games akan ketakutan dan pulang ke negaranya masing masing dan Asian Games akan ditinggal pesertanya. Sebab itu permintaan Presiden Jokowi adalah sebuah peringatan yang tidak bisa ditawar tawar dan Polri harus bekerja keras mengamankan even Asian Games dari ancaman teror.

Dalam keterangan persnya IPW  menjelaskan bahwa diperoleh informasi jika pasca meledaknya bom di Pasuruan Jatim pada 5 Juli 2018, ada pergerakan jaringan teroris ke wilayah Jabodetabek dan Sumbagsel. Saat ini jajaran kepolisian sudah berhasil mengantisipasinya, dengan cara melakukan pembersihan. Terbukti sepanjang 9 Juli 2018 dari pukul 09.30 hingga 21.00, kepolisian berhasil melakukan penggerebekan di lima lokasi, di Bekasi, Jakarta, dan Depok. Sebanyak 21 terduga teroris ditangkap. Bahkan di Kemayoran Jakpus, polisi menyita sejumlah amunisi, mortir, anak panah dll. Sementara di Depok, polisi menangkap lima orang berasal dari Sukabumi dan Jateng. Dari kelompok Lukman ini polisi menyita sejumlah dokumen. Dari dokumen inilah polisi kemudian mencurigai bahwa kelompok Lukman  hendak menebar sejumlah aksi teror di Jakarta.

IPW memberi apresiasi pada Polri yang sudah berhasil meringkus sejumlah terduga teroris ini. Namun, polisi harus tetap melakukan pagar betis. Soalnya, pelaku bom Pasuruan belum juga tertangkap. Ybs berhasil melarikan diri dengan membawa ransel yang diduga berisi bahan peledak. Pelaku bom Pasuruan diduga memiliki jaringan teror di Aceh, Banten, dan Jatim. Selain itu, pergerakan kelompok tertentu di Sumbagsel perlu juga diantisipasi kepolisian. Sebab hingga kini belum ada penggerebekan dan penangkapan di wilayah Sumbagsel. Polisi sepertinya hanya fokus di wilayah Jabodetabek dan berhasil melakukan penggerebekan di lima lokasi. Padahal pelaksanaan Asian Games dari 18 Agustus hingga 2 September berlangsung di Jakarta dan Palembang. Untuk itu polisi perlu melakukan pagar betis di wilayah Sumbagsel, sehingga pelaksanaan Asian Games di Jakarta dan Palembang benar benar aman. Tim

prolegalnews admin

Tinggalkan Balasan