- Advertisement -
Pro Legal News ID
Ibukota

Polsek Tambora Terus Beroperasi Mencegah Tawuran Antar Warga

Kapolsek Tambora, Iver Son Manossoh S.H,

Jakarta, Pro Legal News – Wilayah Tambora, Jakarta Barat dulu dikenal sebagai salah wilayah yang rawan tawuran warga, khususnya pada bulan Ramadhan. Tapi itu cerita dulu.

Sekarang wilayah Tambora terlihat aman, tenang dan kondusip. Semua pihak bahu membahu menjaga kenyamanan dan ketenangan wilayah Tambora tidak seperti dulu lagi yang dikenal rawan tawuran antar warga.

Kepolisian pegang peranan penting untuk mencegah bentrokan antar warga. Memang harus diakui, tugas itu cukup betat karena harus bekerja ekstra  untuk mengawasi titik titik rawan konplik antar warga.

Seperti dikatakan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tambora, Iver Son Manossoh S.H,  ada empat cara untuk mencegah terjadinya bentrok itu. “Pertama kami akan lakukan patroli pada jam rawan,” kata Iver kepada prolegalnews.co.id di kantornya, Kamis (16/5).

Menurut Kompol Iver, waktu rawan terjadinya tawuran antar warga biasanya saat jam istirahat. Saat itu juga polisi berpatroli secara intensif antara pukul 23.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB.

Cara kedua yang diterapkan pihak Polsek Tambora lanjut Kompol Iver melakukan Operasi Wiyata di tempat  tinggal warga. Operasi Wiyata ini sekaligus tatap muka pihak polsek dengan warga untuk memberikan penjelasan dan penyuluhan di lingkungan sekitar wilayah Jakarta Barat.

Operasi ini mendekatkan polisi dengan komunitas masyarakat Rukun Tetangga (RT). “Kami kadang mengisi penyuluhan kepada masyarakat wilayah Jakarta Barat,” ujarnya.

Ada juga kegiatan Polisi Mitra Keluarga yang intinya lebih mendekatkan diri dengan keluarga dan lingkungan para warga. Salah satu programnya melakukan kordinasi dengan RT atau keluarga, mereka akan mendatangi remaja yang memiliki gerak-gerik mencurigakan. “Kalau ada tindakan aneh dari anak-anak remaja tersebut, kami akan tegur dan usir. Biasanya pengurus RT takut atau metasa tidak enak, maka mereka dapat langsung menghubungi kami,” kata Iver.

Cara yang terakhir dengan menempatkan beberapa polisi di setiap tempat rawan konflik tauran warga  di wilayah Tambora. Program ini diharapkan ke depan polisi dapat secara intensif memantau kegiatan para warga di masing-masing wilayah.

Dikatakan Iver, program ini sudah berjalan enam bulan dan hasilnya dinilai cukup efektif. Sebab, bulan Ramadhan kali ini tidak ada sama sekali tawuran di wilayah Tambira. “Biasanya bulan Ramadhan paling banyak tawuran. Tapi tahun ini tidak ada tawuran,” tuturnya. Rico/Emillya

prolegalnews admin

Tinggalkan Balasan