- Advertisement -
Pro Legal News ID
Jawa Timur

Polres Mojokerto Bakal Berantas Aksi Balap Liar selama Ramadan

Mojokerto, Pro Legal – Memasuki Ramadan, kepolisian terus menekan potensi aktivitas balap liar di wilayah Kabupaten Mojokerto.

Beberapa titik ruas jalan yang kerap dijadikan sebagai arena balap liar dadakan bakal dipelototi Korps Bhayangkara.

Seperti diketahui, ajang balap liar acap kali digelar di Jalan Raya RA Basuni, Kecamatan Sooko, dan Jalan Raya Desa Jambuwok-Domas, Kecamatan Trowulan.

Sepanjang Ramadan ini, dua titik ruas jalan kabupaten tersebut tak luput dari pantauan petugas. Seiring digaungkannya Stop Ramadan Race yang diusung kepolisian kali ini.

”Kami terus mengimbau sejak menjelang Ramadan agar adik-adik tetap di rumah dan tidak ikut balap liar. Supaya bisa menjalankan ibadah puasa dengan khidmat,” terang Kanit Turjawali Satlantas Polres Mojokerto Ipda Rikad Galang.

Tak dipungkiri, para pelaku balap liar ini merupakan pemotor kawula muda. Terbukti dari hasil giat patroli balap liar yang digelar Minggu (10/3) lalu.

Puluhan pemuda berikut sekitar 63 motor yang terlibat aktivitas balap liar di Jalan Raya Desa Jambuwok-Domas, Kecamatan Trowulan, diamankan petugas.

Puluhan motor dan pengendaranya diangkut ke Mapolres dengan tiga armada dump truk untuk ditindak tegas sesuai prosedur yang berlaku.

”Kami terus tekankan pada mereka agar lebih tertib dan memperhatikan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan lainnya. Serta kenyamanan masyarakat pada umumnya,” ungkapnya.

Bukan tanpa sebab, selain berisiko tinggi menimbulkan kecelakaan, balap liar yang identik dengan pemakaian knalpot brong menimbulkan polusi suara.

Sehingga, aktivitas yang digelar pada malam hingga dini hari itu mengganggu kenyamanan dan ketentraman masyarakat.

Pemantauan dan penindakan tegas aksi balap liar ini bakal dilakukan sepanjang Ramadan.

Terlebih, hal ini seiring dengan berlangsungnya Operasi Keselamatan Semeru 2024 pada 4-17 Maret dengan tujuh sasaran pelanggaran.

Baik dari pengendara berboncengan lebih dari satu orang, berkendara melebihi batas kecepatan, pengendara di bawah umur, tidak memakai helm SNI maupun memasang safety belt, berkendara dalam kondisi mabuk, menggunakan handphone saat menyetir, hingga melawan arus.

”Agar pengguna jalan, masyarakat pada umumnya, selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan bersama saat berkendara di jalan,” tandas Galang. Arjuna

prolegalnews admin

Tinggalkan Balasan