- Advertisement -
Pro Legal News ID
Hukum

Penyanyi Rizky Febian Dipanggil Polisi Terkait Aliran Duit Doni Salmanan

Penyanyi Rizky Febian akan diperiksa terkait kasus Doni Salmanan (rep)

Jakarta, Pro Legal News– Setelah menetapkan Doni Salmanan sebagai tersangka,  Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri akan memanggil penyanyi Rizky Febian terkait pengembangan kasus dugaan penipuan investasi platform Quotex pada Jumat (18/3). “Iya, panggilannya hari Jumat,” ujar Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri Kombes Reinhard Hutagaol saat dikonfirmasi, Rabu (16/3).

Menurut  Reinhard,  Rizky bakal diperiksa terkait aliran dana atau pengembangan tindak pidana pencucian uang yang dijeratkan kepada Doni. Namun Reinhard belum menjelaskan secara rinci mengenai materi pemeriksaan Rizky.

Dalam kasus ini, polisi menyatakan bakal memeriksa sejumlah publik figur yang diduga berkaitan dengan aliran dana tersebut. “Standar, (pemeriksaan) Jam 10.00 WIB,” ujarnya.

Penyanyi yang merupakan anak dari Sule itu diduga pernah kecipratan uang Doni Salmanan. Pada September 2021 lalu, Rizky menjual minuman buatannya sendiri dan dibeli Doni seharga Rp 400 juta.

Seperti diketahui, Doni dijerat tersangka usai diduga melakukan perbuatan hukum melalui video channel YouTube King Salmanan yang berisikan berita bohong dan mengakibatkan kerugian para konsumen aplikasi Quotex.

Ia disebut mendapat uang hingga miliaran rupiah dari hasil trading valuta asing di website Quotex. “Melakukan flexing dengan maksud dan tujuan untuk meyakinkan masyarakat yang nonton YouTube agar ikut bergabung dan bermain trading di website Quotex,” kata Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri kepada wartawan, Selasa (15/3).

Skema bisnis yang dijalankan Doni memungkinkan dirinya mendapat keuntungan hingga 80 persen jika member yang mengikutinya kalah dalam opsi biner. Korban yang terpikat Doni untuk menempatkan dananya di aplikasi tersebut berjumlah lebih dari 25 ribu orang.

Doni dijerat Pasal 45 Ayat (1) Juncto Pasal 28 Ayat (1) Undang-Undang ITE ancamannya 6 tahun penjara. Kemudian Pasal 378 KUHP ancaman penjara 4 tahun, dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang dengan ancaman 20 tahun penjara.(Tim)

prolegalnews admin

Tinggalkan Balasan