- Advertisement -
Pro Legal News ID
Ibukota

Pemprov DKI Jakarta, Siagakan 470 Unit Pompa

Jakarta, Prolegalnews – Puncak musim penghujan diperkirakan terjadi pada akhir Januari serta awal Februari 2021. Untuk mengantisipasi terjadinya banjir, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiagakan sejumlah pompa yang tersebar di wilayah ibu kota.

Dinas Sumber Daya Air saat ini telah menyiagakan empat unit pompa mobil. Tak hanya itu, tambahan lima unit pompa stasioner juga telah disediakan. Hingga akhir Januari 2021 total 470 unit pompa stasioner yang tersebar di 178 lokasi dengan kapasitas 50 hingga 500 liter per detik telah disiagakan. Dikutip dari akun YouTube resmi Diskominfotik DKI Jakarta, untuk wilayah Jakarta Barat total pompa yang disiagakan sebanyak 132 unit yang tersebar di 46 lokasi, di Jakarta Utara total ada 126 unit yang tersebar di 48 lokasi.

Di Jakarta Selatan total ada 86 pompa yang tersebar di 40 lokasi: di Jakarta Pusat total ada 87 unit yang tersebar di 23 lokasi, dan di Jakarta Timur total ada 39 unit yang tersebar di 21 lokasi. nBadan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan waspada potensi banjir untuk 14 provinsi. Untuk wilayah Jabodetabek, BMKG memprediksi hujan dengna intensitas ringan hingga sedang akan turun di wilayah tersebut selama sepekan ke depan, 1-7 Februari.

Hujan diprediksi turun pada malam hingga dini hari, serta siang dan sore hari. Sementara Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menngatakan berrdasarkan analisis data normal, Guswanto menuturkan prediksi puncak musim hujan di Jakarta terjadi pada Januari dasarian III hingga Februari dasarian I dengan akumulasi sekitar 140 mm/ bulan. Dasarian adalah perhitungan waktu tiap 10 hari.

Untuk wilayah Jawa Barat (termasuk Depok dan Bogor), puncak musim hujan terjadi pada periode yang sama dengan akumulasi hujan bulanan tinggi, yakni lebih dari 140 mm/ bulan”Namun, perlu diperhatikan curah hujan lebat, sangat lebat maupun ekstrem itu tidak langsung identik jadi banjir. Ada faktor lain yaitu daya dukung dan daya tampung lingkungan. Itulah yang mungkin perlu dipahami lebih jauh,” ujarnya. (Alex)

prolegalnews admin

Tinggalkan Balasan