- Advertisement -
Pro Legal News ID
Hukum

LSM-ALPPA Menduga Ada Persengkolan Penyidik dengan Tersangka Albert Tiensa

Jakarta, Pro Legal News – Aliansi Pemerhati Pengguna Anggaran (LSM-ALPPA) menduga ada kongkalikong antara penyidik Unit II Harda Ditreskrimum Polda Metro Jaya dengan advokat Albert Tiensa SH MH yang berstatus tersangka.

Dugaan ini karena Albert Tiensa diduga melarikan diri ketika berkas pemeriksaannya sudah dinyatakan P21 oleh kejaksaan. Akhirnya pihak kepolisian memasukkan Albert dalam Daftar Pencaian Orang (DPO).

Berkat kerja keras polisi, Albert Tiensa akhirnya bisa ditangkap. Namun dia kembali dilepaskan karena alasan subyektivitas penyidik. “Ini yang kita pertanyakan ke pihak Ditreskrimum Polda Metro. Tersangka yang berkasnya sudah P21 kabur dan jadi DPO, kemudian ditangkap tapi dilepas lagi,” kata Direktur LSM-ALPPA, Thomson Gultom melalui sambungan telepon di Jakarta, Rabu (13/2).

Tindakan penyidik ini menimbulkan kecurigaan LSM-ALPPA. “Ada kongkalikong apa penyidik dengan tersangka,” sungutnya.

Penetapan status Albert Tiensa sebagai DPO ditegaskan dengan surat bernomor DPO/343/XII/2018/Ditreskrimum yang ditandatangani Kasubdit 2 Ditreskrimum Polda Metro, AKBP Nuredy Irwansyah Putra dan diterbitkan pada Desember 2018.

Setelah surat DPO  diterbitkan, penyidik langsung memburu tersangka yang dikabarkan kabur ke luar negeri dan akhirnya tertangkap. “Di mana- mana kalau DPO tertangkap wajib ditahan. Tapi ini aneh. DPO sudah ditangkap malah dilepas lagi. Padahal berkas penyidikan sudah P21. Ini kan tinggal dilimpahkan ke kejaksaan untuk proses selanjutnya,” tegas Thomson.

Atas dasar itulah menurut Thomas LSM-ALPPA jadi curiga ada kongkalikong antara penyidik Unit Harda Subdit 2 Ditreskrimum dengan tersangka Albert Tiensa.

Kasubdit 2 Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP Nuredy Irwansyah Putra hingga artikel ini ditayangkan belum bisa dikonfirmasi terkait hal tetsebut.

Pesan via WhatsApp yang kirimkan hanya dibaca tak dijawab. Upaya menghubungi melalui telepon juga tak diangkat.

Albert Tiensa menjadi tersangka kasus dugaan memalsukan surat riwayat tanah atas SHM Nomor 173 milik Alm Shinta Hartanto yang disengketakan.

Tersangka dikenakan Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP tentang pemalsuan dan memalsukan surat yang dapat menimbulkan suatu hak, perikatan atau pembebasan utang. Ancaman maksimal yang bisa diterima adalah enam tahun penjara. Rico

prolegalnews admin

Tinggalkan Balasan