- Advertisement -
Pro Legal News ID
Hukum

KPK Serahkan 2 Alat Bukti ke Polda Metro Jaya Terkait Buku Merah

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah

Pro Legal News – Ada dua barang bukti yang diserahkan KPK  ke Polda Metro Jaya berkaitan dengan penyidikan tindak pidana merintangi penyidikan perkara korupsi. Kedua barang bukti itu pun sudah berada di tangan kepolisian.

Pimpinan KPK sepakat dan memutuskan menyerahkan dua barang bukti itu ke Polda Metro Jaya.  Alasan penterahan barang bukti ini karena sudah ada penetapan dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 98/Pen.Sit/2018/PN.Jkt.Sel tertanggal 23 Oktober 2018. “Kita serahkan ke polda,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Selasa (30/10).

Dua barang bukti itu yakni, buku bank berwarna merah bertuliskan Ir Serang Noor serta satu bundel rekening koran PT Cahaya Sakti Utama periode 4 November 2015 sampai dengan 16 Januari 2017.

Satu buku bank berwarna hitam bertuliskan ‘Kas Dollar PT Aman Abadi Tahun 2010’

Menurut Febri, penyitaan dilakukan oleh penyidik Polda Metro Jaya. Sedang dari pihak KPK diwakili oleh Kepala Biro Hukum, unit Koordinasi Supervisi Penindakan dan Labuksi (Pengelolaan Barang Bukti dan Eksekusi).

Surat penetapan pengadilan juga dilampirkan dalam surat yang dikirimkan Kapolda Metro Jaya ke KPK. Penyitaan oleh polisi itu berkaitan dengan penyidikan tindak pidana dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan penyidikan, penuntutan atau pemeriksaan di sidang pengadilan.

Pelanggaran terhadap ketentuan ini sesuai Pasal 220, Pasal 231, Pasal 421, Pasal 422, Pasal 429 atau Pasal 430 KUHP sebagaimana dimaksud pada Pasal 21 dan atau Pasal 23 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang terjadi pada tanggal 7 April 2017 di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

KPK juga menyampaikan jawaban atas praperadilan dengan Nomor 133/Pid.Prap/2018/PN.Jkt.Sel. yang diajukan oleh MAKI (Masyarakat Anti-Korupsi Indonesai) di Pengadilan Negeri (PN) Jaksel. Pada jawaban tersebut, KPK menjelaskan proses hukum pada 3 orang yang telah dilakukan yaitu Basuki Hariman, Patrialis Akbar, dan Ng Fenny.

KPK juga menegaskan terkait perbuatan terhadap barang bukti (buku merah) saat ini sedang disidik oleh Polda Metro Jaya sebagaimana surat yang pernah diterima oleh KPK sebelumnya. tim

prolegalnews admin

Tinggalkan Balasan