- Advertisement -
Pro Legal News ID
Hukum

KPK Cegah Pengusaha Kaya Bos Lumbung Energi

Jakarta, Pro Legal News – Pengusaha kaya raya bos Borneo Lumbung Energi, Samin Tan dicegah KPK untuk bepergian ke luar negeri. Pencegahan ini terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 yang menghantar mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar Eni Maulani Saragih dan mantan Sekjen Partai Golkar Idrus Marham ke dalam penjara.

Hal itu dikatakan Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Senin (17/9). “Pencegahan pergi ke luar negeri untuk enam bulan ke depan. Saksi Samin Tan dari pihak swasta,” kata Febri.

Alasan pencegahan  lantaran tim penyidik masih membutuhkan keterangan Samin Tan dalam pengusutan kasus suap proyek PLTU Riau-1. Pihak KPK memastikan Samin Tan tetap berada di Indonesia saat tim penyidik membutuhkan keterangannya.

Langkah pencegahan bepergian ke luar negeri dilakukan KPK guna membantu proses penyidikan sehingga ketika dibutuhkan keterangannya yang bersangkutan berada di Tanah Air. Belum diketahui secara pasti kaitan Samin Tan dengan kasus dugaan suap mega proyek PLTU 1 Riau yang pengusutanya terus dikembabgkan KPK.

Untuk dijetahui nama Samin Tan bukanlah nama asing di lingkungan bisnis sektor energi, minyak dan batu bara. Pemilik perusahaan utama PT Borneo Lumbung Energy, Samin Tan tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia versiForbes 2011 dengan kekayaan 940 juta dolar atau di peringkat ke-28.

Infirmasi lain menyebutkan, Samin Tan diduga banyak mengetahui liku liku kasus ini hingga KPK mencegahnya bepergian ke luar negeri.

Dalam mengusut kasus ini, penyidik KPK telah memeriksa Dirjen Minerba Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono dan Dirut Pertamina, Nicke Widyawati. Dalam pemeriksaan terhadap Bambang, penyidik mengklarifikasi sejumlah permasalah salah satunya terkait peran Eni dalam mengurus proyek PLTU Riau-1.

Sedang Nicke, diperiksa penyidik KPK karena dia  pernah menjabat Direktur Perencanaan PLN. Dalam pemeriksaan,  tim penyidik mencecar Nicke mengenai proses perencanaan proyek PLTU Riau-1.

Selain itu penyidik mengklarifikasi adanya dugaan pertemuan antara saksi dengan tersangka Eni Maulani Saragih sebelumnya  proses perencanaan proyek PLTU Riau-1 itu. Mantan Wakil Ketua Komisi VII itu ditangkap KPK beberapa waktu lalu di rumah dinas Idrus Marham ketika masih menjabat sebagai Menteri Sosial dengan barang bukti uang Rp 500 juta. tim

prolegalnews admin

Tinggalkan Balasan