- Advertisement -
Pro Legal News ID
HukumKriminal

Ketum PDRIS Desak Pembunuh Pendeta Yeremia Segera Diadili

Kamaruddin Simanjutak S.H., M.H

Jakarta, Prolegalnews –  Melalui siaran persnya Ketua Umum Partai Demokrasi Rakyat Indonesia Sejahtera (PDRIS), Kamaruddin Simanjutak S.H., M.H mengecam pembunuhan terhadap Pendeta Yeremia, Jum’at (25/9).  Pihaknya sekaligus mendesak aparat hukum segera mengusut motif serta segera mengadili pelakunya.

Berikut pernyataan sikap  Ketum PDRIS yang dikirim melalui surat elektronik (surel) ke redaksi Prolegalnews;

Pertama : Ketua Umum  PDRIS menyatakan turut berduka cita yang sedalam dalamnya atas meninggalnya Bapak Pendeta Yeremia Zanambani di Intan Jaya, semoga keluarga yang ditinggalkan Alm. Bapak Pendeta, dapat tabah menghadapi kematian alm.  dan keluarga  lekas terhibur oleh kasih dan kuasa Roh Kudus.

Kedua : Siapapun pelaku dugaan pembunuhan tersebut adalah kriminalis atau  pelaku kejahatan Pembunuhan  yaitu melanggar pasal 338 KUHP jo Pasal 340 KUHP.

Ketiga : Pelaku dugaan pembunuhan tersebut harus diusut/disidik tuntas  secara hukum dan diseret ke Pengadilan baik Pengadilan Sipil ataupun Militer,  untuk segera  diadili, tentang apa motif & tujuannya serta untuk dihukum pelakunya.

Keempat : terkait ada dugaan pelakunya adalah anggota TNI, agar Pemerintah Jokowi segera membentuk Tim Khusus Independen, untuk mengusut atau menyidik tuntas permasalahan ini secara hukum,  dan terhadap  pelakunya agar segera diadili dan dihukum demi kepastian hukum, agar kedepan  tidak menjadi fitnah dan issu pelanggaran HAM berat di Forum – forum HAM  Internasional dan juga di PBB.

Kelima : PDRIS siap memberi bantuan hukum kepada Keluarga alm. Bapak Pdt. Yeremia Z, sekiranya keluarga alm. membutuhkan bantuan hukum.

Keenam : agar saudara saudari kita, khususnya masyarat Papua hidup  tenang dan mempercayakan penanganan perkara dugaan pembunuhan bapak Pendeta Yeremia Z ini kepada Aparat Penegak Hukum.

Ketujuh : Ketum PDRIS  mengajak seluruh WNI sebangsa dan setanah air untuk  berdukacita dan berdoa, agar kedepan tidak terulang kembali kejatan seperti ini. (Tim)

 

prolegalnews admin

Tinggalkan Balasan