- Advertisement -
Pro Legal News ID
Nasional

Ketum DPP GMPRI : Mendesak Kapolda NTB Untuk Menahan, Menangkap dan Usut Tuntas Orator Yang Menghina Gubernur NTB

Ketua DPP KNPI, Raja Agung Nusantara (ist)

Jakarta, Pro Legal News– Telah beredar video orasi pendemo di depan Kantor Gubernur NTB, Selasa (14/6). Dalam video tersebut, orator menyebut kata kata kasar, menuduh, memfitnah terhadap Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dan Partai PKS sebagai partai teroris.

Orator tersebut  memaki maki, menuduh dan memfitnah Gubernur NTB dan PKS sebagai partai teroris. Sedangkan nama teroris adalah nama yang memiliki asosiasi  sangat buruk.

Sedang ujaran kebencian, memfitnah dan menuduh seseorang sebagai teroris tanpa ada bukti maka Ini bisa terindikasi ke ranah pidana. Karna telah mencemarkan nama baik seseorang.

Hal itu dikemukakan  oleh Datu Raden Hajarudin S.Pd, M.Pd, M.M. alias Raja Agung Nusantara selaku Ketua DPP KNPI dan Ketua Umum DPP GMPRI yang sekaligus meminta  dan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) khususnya  Kapolda NTB, Irjen Pol Djoko Poerwanto  untuk segera  mengusut orator yang menyampaikan ujaran kebencian dan perkataan kasar saat unjuk rasa tersebut demi terwujudnya keamanan, kenyamanan dan ketentraman dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Padahal seperti  diketahui, menurut Datu  Gubernur NTB orangnya sopan, santun, beradab,  berakhlak tinggi dan tidak pernah merendahkan dan meremehkan orang. Sedangkan Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah selalu memuliakan orang lain ini adalah pelajaran dan pendidikan yang berharga bagi segenap Bangsa Indonesia khususnya masyarakat NTB. “Sekali lagi, kami meminta dan mendesak Kapolda NTB  Irjen Pol Djoko Poerwanto untuk segera mengusut dan memproses pendemo yang menyampaikan ujaran kebencian saat unjukrasa atau Berdemo di Depan Kantor Gubernur NTB Pada Hari Selasa, 14 Juni 2022,” ujar Datu.

Raja Agung Nusantara panggilan akrabnya mengatakan dirinya tidak melarang elemen masyarakat untuk berunjukrasa namun dia menghimbau agar demo dilaksanakan secara santun dan tidak menebar ujaran kebencian. “Kita tidak alergi dengan demo tapi alangkah lebih baik kalau aspirasi disampaikan dengan  santun dan bijak, silahkan demo tapi jangan sampai memaki dan mengumbar ujaran kebencian,” tuturnya.(Tim)

prolegalnews admin

Tinggalkan Balasan