- Advertisement -
Pro Legal News ID
Tipikor

Kata Ketua KPK Pinjaman Uang Lewat Online Berpotensi Korupsi dan TPPU

Ketua KPK Agus Rahardjo

Jakarta, Pro Legal News – KPK melihat adanya potensi korupsi serta tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari pinjaman uang secara online. Namun potensi itu dapat terjadi apabila penyedia jasa keuangan tidak mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Hal tersebut dikatakan Ketua KPK Agus Rahardjo terkait maraknya pinjam meminjam uang secara online. “Tadi Pak Wimboh (Wimboh Santoso/Ketua OJK) bisik-bisik ke saya. Kata beliau namanya memberikan pinjaman online, kalau tidak berizin potensi korupsi sangat besar atau potensi TPPU sangat besar,” kata Agus saat acara Rapat Koordinasi dengan PPATK di Ballroom Hotel Ayana, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (26/2).

Sesuai aturan sumber uang yang digunakan dalam pinjaman online harus jelas. Atas dasar itu, menurut Agus izin dari OJK menjadi keharusan bagi e-commerce dan penyedia pinjaman online tetsebut.

Uang yang dipinjamkan tidak tahu asal usulnya karena tidak berizin. Kata Agus lagi, Online-online e-commerce tidak berizin kemungkinan menjadi pencucian uang sangat besar.

Namun Ketua KPK Agus tidak menjelaskan ada-tidaknya temuan terhadap pinjaman uang tersebut. Dia hanya bicara indikasi pinjaman uang secara online berpotensi korupsi.

Menurut Agus, Kalau tidak berizin terbuka kemungkinan dana berasal money laundering. “Marilah berizin jadi tahu yang berikan pinjaman siapa, jangan-jangan nanti danamoney laundering narkoba, ini kan tidak boleh,” tegasnya.

Rakor dengan PPATK ini dihadiri mitra kerja PPATK, seperti Penyedia Jasa Keuangan (PJK), Penyedia Barang dan/atau Jasa Lain (PBJ) Profesi, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJD), Real Estate Indonesia (REI), serta Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Hadir juga Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), Ikatan Notaris Indonesia (ND), dan Lembaga Sertifikasi Profesi Financial Planning Standards Board Indonesia (LSP FPSB). Tim

prolegalnews admin

Tinggalkan Balasan