- Advertisement -
Pro Legal News ID
Nasional

Kapolri, Menko Polhukam dan Panglima TNI Pantau Keamanan Papua dan Papua Barat

Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Menko Polhukam Wiranto dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kamis (22/8) terbang ke Papua.

Jakarta, Pro Legal News – Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Menko Polhukam Wiranto dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kamis (22/8) terbang ke Papua. Tujuannya untuk melihat langsung guna memastikan situasi di Papua dan Papua Barat yang sudah kondusif pasca-kerusuhan yang terjadi di beberapa lokasi.

Kapolri dan rombongan meninjau ke Sorong, Merauke dan wilayah lainnya. Inti kunjungan Bapak Meko Polhukam, Panglima TNI dan Kapolri untuk memastikan bahwa situasi di Sorong, Manokwari sudah kondusif,” kata Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo di Makassar, Kamis (22/8).

Rombongan sempat transit di Makassar, Sulawesi Selatan sebelum melanjutkan perjalanan ke Papua. Selain untuk memastikan situasi keamanan pasca kerusuhan di Papua dan Papua Barat, Meko Polhukam, Panglima TNI dan Kapolri akan melakukan imbauan kepada para masyarakat setempat untuk menjaga situasi kondusif di wilayah itu.

Polisi hingga kini masih menyelidiki adanya massa provokator yang diduga terlibat dalam dalang kerusuhan di Papua dan Papua Barat. “Fokusnya bagaimana me-recovery kemudian ciptakan kondisi yang kondusif,” ujar Brigjen Dedi.

Dalam beberapa hari belakangan ini beberapa wilayah di Papua Barat dan Papua. Sejumlah fasilitas umum, mobil, motor, rumah warga dan toko dirusak. Kantor DPRD dan pasar dibakar.

Wilayah Papua Barat, kerusuhan terjadi di Manokwari, Sorong dan Fakfak. Kerusuhan juga terjadi di Mimika, Papua.

Di Fakfak, massa membakar pasar dan kantor Dewan Adat. Polisi menyebut ada dua kelompok berbeda yang terlibat ketegangan di kantor Dewan Adat itu. Bendera Bintang Kejora sempat dinaikkan di tengah aksi massa kemudian diturunkan aparat keamanan.

Polisi masih menelusuri pihak yang menaikkan bendera Bintang Kejora juga kelompok yang membakar kantor Dewan Adat.

Sementara dalam kerusuhan di Kota Timika, Kabupaten Mimika, polisi mebgamankan 45 orang diduga pelaku kericuhan saat unjuk rasa massa di kantor DPRD Mimika.

Dari 45 orang yang ditangkap, 20 orang diantaranya  diamankan setelah melempari Hotel Grand Mozza di Jalan Cenderawasih dengan batu. Beberapa lainnya diamankan usai melakukan aksi pelemparan batu ke fasilitas Kantor DPRD Mimika dan terhadap aparat keamanan.

Untuk memulihkan situasi keamanan pasca kerusuhan, Polri terus meningkat pengaman di wilayah itu. Kamis (22/8) pagi sebanyak 200 personel Brimob dari Polda Maluku Utara dan Polda Gorontalo tiba di Bandara Baru Mozes Kilangin, Timika, Papua.

Pasukan Brimob ini didatangkan untuk membantu pemulihan situasi keamanan di Timika, Mimika pascakerusuhan. Personel Polri ini akan membantu Polres Mimika selama 11 hari. Mereka akan ditempatkan di titik-titik rawan untuk membantu menghalau massa.

Dua satuan pasukan setingkat kompi ini akan menjaga kondusivitas di Timika setelah terjadi demo yang berujung kericuhan pada Rabu (21/8) kemarin. Massa aksi demo di halaman gedung DPRD Mimika sempat ricuh.

Massa aksi melakukan blokade-blokade jalan, melempari aparat dengan batu, melakukan pembakaran kios, dan melakukan kerusakan terhadap hotel juga kendaraan yang melintas di kawasan Jalan Cendrawasih.

Situasi Kota Timika kini sudah kondusif dan masyarakat di Mimika kembali normal melakukan aktifitasnya seperti biasa. Tim

prolegalnews admin

Tinggalkan Balasan