- Advertisement -
Pro Legal News ID
Nasional

Kakorlantas Polri: Anggota Selalu Taati Protokol Kesehatan 

Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono (kanan), memeriksa personel polisi lalu dan kendaraan patrolinya, saat apel, di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Senin (25/11/2019). Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia menggelar apel dalam rangka mengantisipasi libur Natal dan Tahun Baru 2020. SP/Joanito De Saojoao.

Jakarta, Pro Legal News – Anggota Korlantas Polri yang bertugas dalam Operasi Ketupat 2020 tidak ada yang tertular virus corona. Kuncinya, para petugas selalu mentaati protokol kesehatan sehingga mereka terhindar dari ancaman virus yang mematikan itu.

Padahal para anggota kopel utih itu selama 45 hari penuh dari 24 April hingga 7 Juli 2020 di lapangan 24 jam penuh. Meski setiap hari petugas bersentuhan langsung dengan masyarakat harus mengecek kendaraan.

Para petugas Korlantas Polri itu dalam bertugas selalu mengedepankan protokol kesehatan dan menjaga pola hidup sehat. “Alhamdulilkah kondisi para polantas  sehat semua, tidak ada yang kena COVID-19. Kami sangat bersyukur,” kata Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono di Kantor NTMC Polri, Jakarta, Senin (8/6).

Anggota polisi lalu lintas di lapangan menurut Istiono tahu akan resiko tertular virus corona karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karenanya, anggota sangat menjaga disiplin dalam penerapan protokol kesehatan.

“Anggota di lapangan tidak ada yang kena COVID-19. Mereka sangat patuh menerapkan protokol kesehatan. Saya juga selalu ingatkan kepada mereka untuk rajin cuci tangan dan minum vitamin,” ujar jenderal bintang dua itu.

Terhitung Senin (8/6) Operasi Ketupat 2020 yang digelar selama 45 hari kini resmi ditutup. Upacara penutupan dipimpin Irjen Istiono selaku Kakorlantas di halaman gedung NTMC Polri.

Operasi Ketupat 2020 berbeda dengan operasi yang tahun sebelumnya. Masa Operasi Ketupat tahun tahun sebelumnya berlangsung 30 hari, tapi tahun 2020 ditambah 14 hari sehingga waktunya menjadi 45 hari.

Operasi Ketupat tahun bersamaan dengan larangan warga mudik lebaran oleh pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19. Diakui Irjen Istiono, pengamanan Operasi Ketupat 2020 sangat menyita energi para polisi yang bertugas di lapangan, khususnya mereka yang bertugas di titik cek poin.

Selama Operasi Ketupat 2020, petugas gabungan Polri, TNI dan instansi terkait harus bertugas ekstra 24 jam dengan pembagian beberapa shif kerja.  Sebanyak 172.038 personel gabungan dikerahkan kesejumlah titik untuk melakukan penyekatan terhadap warga yang memaksa diri untuk mudik  mesi pemerintah telah mengeluarkan larangan mudik secara resmi.

Tercatat ada 56 titik loksi penyekatan selama arus mudik dan di 146 titik penyekatan selama arus balik. Tugas berat petugas gabungan Operasi Ketupat 2020 mencegah masyarakat mudik.

Selama 45 hari Operasi Ketupat digelar, tercatat ada 78.455 kendaraan yang diputar balik di 56 titik penyekatan larangan arus mudik. Sedang arus balik, ada 78.319 kendaraan yang dicegah kembali ke Jakarta. Tommi

prolegalnews admin

Tinggalkan Balasan