- Advertisement -
Pro Legal News ID
Nasional

Kabaharkam Komjen Agus: Di Tengah Pandemi Covid-19, Saling Membantu Sebagai Kuncinya 

Jakarta, Pro Legal News – Menghadapi pandemi Covid-19, semua pihak harus saling membantu dan gotong royong sebagai kuncinya. Polisi pun selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membantu berbagai masalah yang ditimbulkan.

Hal itu dikatakan Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto juga Kaopspus Aman Nusa II-Penanganan COVID-19. “Kehadiran Polri membantu masyarakat jangan disalahartikan. Polri membantu masyarakat merupakan representasi kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat,” kata Komjen Agus, Selasa (23/6).

Jajaran Polri di wilayah dihimbau Kabaharkam Komjen Agus agar lebih respek dan tanggap kepada masyarakat yang membutuhkan. Kata dia, jangan sampai kelaparan dan kemiskinan menjadi penyebab timbulnya kejahatan, harus bisa kita cegah. “Kekuatan yang dipinjamkan oleh Allah SWT gunakan sebaik-baiknya untuk membantu yang lemah,” imbuh jenderal bintang tiga itu.

Komjen Agus memang dikenal murah hati dan penuh perhatian terhadap orang yang membutuhkan bantuannya. Pekan lalu seorang gadis kecil berusia 6 tahun bernama Maghfira Ramadhani asal Hamparan Perak, Sumatera Utara yang mengalami disabilitas menjadi perhatian Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto.

Anak pertama dari pasangan Hermansyah (35) dan Azizah (27) didiagnosa dokter komplikasi mulai dari pengecilan ukuran kepala, epilepsi dan gangguan lainnya. Melalui stafnya Abink, Kabaharkam Polri Komjen Agus Andrianto menyerahkan bantuan kursi roda, sembako dan tali asih.

“Saya di whatsapp Pak Kabaharkam untuk ngasih bantuan untuk adik Magrifa Ramadhani”, ujar Abink. Azizah ibu Maghrifa hanya bisa menangis terharu menerima bantuan dari Kabaharkam Polri.

Azizah mengaku sama sekali tidak pernah menyangka putri mendapat bantuan kursi roda dari Komjen Agus. “Saya hanya bisa berdoa agar Pak Agus dan keluarga senantiasa dilimpahi keberkahan dari Allah SWT. Selama ini kami tidak pernah mendapat bantuan apalagi terkait anak saya”, ujar Azizah.

Selama ini Azizah dan suaminya tidak bisa berbuat apa apa, kecuali pasrah. Sebab, suaminya cuma buruh harian lepas dan serabuta. “Kursi roda ini sangat membantu anak kami, terimakasih Pa Agus,” ujarnya.(Tommi)

prolegalnews admin

Tinggalkan Balasan