- Advertisement -
Pro Legal News ID
Meja Hijau

Jaksa KPK Beberkan Fee Proyek PLTU Riau 1 Untuk Dirut PLN

Dirut PLN Sofyan Basir

Jakarta, Pro Legal News – Sungguh mengejutkan permainan curang dalam proyek PLTU Riau 1 yang menyeret mantan Wakil Ketua DPR RI Eni Saragih dan mantan Mensos Idrus Marham. Permainan ini akhirnya diungkal Jaksa KPK.

Salah satunya Keterangan Eni Saragih terkait dengan commitment fee yang diduga untuk Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir. Fee itu disebut Eni berasal dari kantong pengusaha Johanes B Kotjo.

Keterangan Eni ini dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang disampai jaksa. Dalam BAP itu, jaksa menyampaikan keterangan Eni soal pertemuannya dengan Kotjo dan Sofyan di Hotel Fairmont Jakarta. membahas proyek PLTU Riau-1.

Basir disebut Eni ingin berbicara empat mata dengan Kotjo. Keibginnan Sofyan Basir diutarakan ketika pertemuan hampir selesai. ‘Bu kita sudah hampir selesai nih’. Kemudian Pak Sofyan Basir bilang, ‘Bisa nggak saya bicara berdua dengan Kotjo?’ Saya jawab, ‘Silakan’. Kemudian saya pulang duluan,” ujar jaksa membacakan keterangan Eni dalam BAP dalam persidangan terdakwa Kotjo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (11/10).

Kenudian lanjut jaksa bahws Eni kembali bertemu dengan Kotjo dan  menyampaikan soal isi pertemuannya dengan Sofyan.

“Pak Sofyan minta diperhatikan dan beliau nggak enak kalau ada ibu dan hal sensitif dengan beliau sudah saya selesaikan kemarin’, kata Kotjo. Dari situ saya pahami ada fee yang disepakati antara Kotjo dengan Sofyan Basir,” ujar jaksa.

Eni tidak membantah keterangannya dalam BAP yang dibacakan jaksa. Dalam BAP Eni juga nenyebutkan pertemuan lanjutan antara Sofyan dan Kotjo di Hotel Fairmont Jakarta.

Eni mengakui dalam pertemuan di Fairmont, Eni  ngomong  pada Sofyan, Kotjo akan dapat fee dari Huadian (China Huadian Engineering Company Ltd/CHEC Ltd) atas proyek PLTU Riau dengan 2,5 persen dari nilai proyek. Namun Eni tidak menyebutkan nominal 40 juta dolar Amerika.

Penjelasan Eni kemudian itanggapi Sofyan, “Ah nggak segitu, lebih gede dari itu,” ujar Sofyan saat itu. Dari pernyataan itu jaksa berkesimpulan bahwa Sofyan lebih memahami fee yang akan diterima Kotjo,” kata jaksa soal keterangan Eni yang kembali dibenarkannya.

Sebagaimana diberitakan CHEC Ltd merupakan investor yang digandeng Kotjo dari China untuk ikut menggarap proyek tersebut. Sejak awal Kotjo sudah berkomitmen dengan CHEC, apabila memenangi proyek itu maka ada commitment fee yang disiapkan. tim

prolegalnews admin

Tinggalkan Balasan