- Advertisement -
Pro Legal News ID
Nasional

Israel Diserang Wabah Flu Burung, Kemungkinan Menular Ke Manusia

Ilustrasi (rep)

Jakarta, Pro Legal News–  Saat ini Israel diserang wabah flu burung  yang menewaskan lebih dari 2.000 burung bangau liar di cagar alam di Israel utara. Jumlah bangau yang mati itu terbilang luar biasa tinggi untuk flu musiman.

Seperti dilansir dari AFP, seorang spesialis di Otoritas Taman dan Alam Israel Ohad Hatsofe mengatakan sebanyak 10.000 bangau lainnya kemungkinan telah terinfeksi flu burung.

Seperti diketahui virus mempengaruhi Israel setiap tahun, tetapi wabah tahun ini jauh lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Hal itu dikemukakan oleh  Uri Naveh, seorang ilmuwan senior di otoritas tersebut. Naveh menggambarkan jumlah bangau liar yang mati tersebut sebagai kejadian luar biasa.

Hampir  setiap tahun, sekitar 100.000 burung bangau liar mencapai Israel sejak Oktober, sebagian besar berhenti di Lembah Hula, titik penting dalam jalur migrasi mereka menuju Afrika.

Lebih dari 40.000 bangau diperkirakan masih ada di daerah tersebut. Kementerian Pertanian Israel mengatakan virus flu burung telah terdeteksi pada beberapa populasi ayam di Israel utara. Kementerian telah menangguhkan penjualan telur dari peternakan yang terkena dampak virus tersebut. Virus flu burung H5N1 kecil kemungkinan menyebar di antara manusia, tetapi pernah terjadi wabah beberapa tahun silam. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) virus H5N1 telah membunuh lebih dari 450 orang, terutama di Indonesia, Mesir dan Vietnam, sejak tahun 2003.

Kemungkinan Menular ke Manusia

Epidemiolog Israel mengungkapkan  jika flu burung di negara itu ada kemungkinan menular ke manusia, menyusul lonjakan kasus virus tersebut.
“Sifat flu burung yang menyebar sangat mengkhawatirkan, terutama menginfeksi ayam dan bukan hanya burung liar, itu menjadikan perpindahan dari satwa liar ke hewan ternak, dan saya berharap selanjutnya tak akan menular ke manusia,” ujar epidemiolog terkemuka sekaligus Dewan Nasional Kesehatan Masyarakat Israel, Amnon Lahad, seperti dikutip Times of Israel, Kamis (30/12).

Sebagian besar jenis flu burung tidak menginfeksi manusia. Namun, varian H5N1 sejak 1997, H7N9 sejak 2013, H5N6 sejak 2014 dan H5N8 sejak 2016 menimbulkan kekhawatiran.

Lahad menilai hal itu terjadi karena sedikit informasi soal penyakit varian itu. Ia menegaskan kemungkinan penularan ke manusia harus ditanggapi dengan serius.
Dia mengatakan penularan ke manusia bisa terjadi usai mutasi, tetapi sangat mungkin flu dapat melintas ke spesies lain tanpa mutasi.
Dalam hal metode penularan, manusia sangat tidak mungkin tertular flu burung hanya karena memakan ayam yang terinfeksi atau telur yang berasal dari burung yang terinfeksi.(Tim)

 

prolegalnews admin

Tinggalkan Balasan