- Advertisement -
Pro Legal News ID
Nasional

Irjen Istiono: Warga yang Balik ke Jakarta Harus Punya Izin

Jakarta, Pro Legal News – Kepolisian memperketat penjagaan arus balik di semua titik pos penyekatan, baik di pintu tol, jalan arteri hingga jalur tikus yang kerap digunakan para pemudik. Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi penyebaran gelombang ke-2 wabah virus Corona (Covid-19) di Jakarta.

Pasca Idul Fitri 1441 Hijriyah tahun ini, penyekatan dilakukan dari arah barat di Banten terutama untuk arus balik dari Sumatera. Begitu pula dari arah timur dari kawasan Jawa Barat, Tengah dan Timur.

Kakorlantas Polri, Irjen Istiono mengatakan, pihaknya melarang masyarakat yang lolos mudik untuk kembali ke Jakarta. Hal itu dilakukan sesuai Pergub 47 tahun 2020. “Skenario ini sudah kita tata dan persiapkan. Harapan kita masyarakat paham untuk balik bisa dengan izin yang telah ditetapkan,” kata Irjen Istiono, Rabu (27/5).

Pihak kepolisian menurut Istiono akan melakukan penyekatan mulai dari Jawa Timur hingga Jawa Barat pada sejumlah titik di Jalur Pantura dan Jalur Selatan. Seluruh masyarakat harus memiliki izin untuk kembali Jakarta.

“Untuk akses masuk Jakarta harus ada surat izin. Bila masyarakat punya izin keluar masuk boleh masuk, kalau tidak putar balik tidak bisa ke Jakarta sebelum dia punya izin,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono meminta masyarakat mematuhi aturan yang telah ditetapkan untuk memutus rantai penularan covid-19. Ia menegaskan hendaknya setiap warga menjadi contoh teladan kepada keluarga masing-masing, lingkungan terdekat, sehingga secara keseluruhan akan mencakup seluruh bangsa.

“Itu yang kita lakukan, dan kita berharap masyarakat untuk mentaati kaitannya dengan apa yang menjadi program, maupun yang telah disampaikan oleh pemerintah, ya. Ini kita belajar, kemudian kita patuh, jangan sampai (bangsa) kita menjadi korban ya,” jelas Argo.

Titik penyekatan yang sudah disiapkan:

Dari Arah Sumatera

Wilayah Polda Banten:

1. Batas DKI Jakarta
• Pos Check Point (PCP) Citra Raya
• PCP Pasar Kemis
• PCP Kronjo
• PCP Tigaraksa
• PCP Solear
• PCP Jayanti
• PCP GT. Cikupa
• PCP Simpang Asem
• PCP Simpang Pusri/KSB

2. Batas Jawa Barat
• PCP Jasinga
• PCP Cilograng
• PCP Gayam

3. Batas Sumatera
• PCP Gerem
• PCP Pelabuhan Merak
• PCP Pelabuhan BBJ Bojonegara

Dari Arah Jawa Barat, Tengah, dan Timur

Wilayah Polda Jawa Barat:

Penyekatan Jalur Tol:
1. Jalur Tol Indikator dari Gerbang Tol Palimanan Utama:
a. Tegal Karang
b. Plumbon
c. Ciperna Timur
d. Kanci
e. Ciledug (perbatasan dengan Brebes)

2. Jalur Tol Indikator dari Gerbang Tol Cikatama:
a. Kalijati
b. Cilameri
c. Cikedung
d. Kertajati
e. Sumber Jaya

3. Jalur Tol Indikator dari Gerbang Tol Kalitama:
a. Sadang
b. Jatiluhur
c. Cikamuning

4. Jalur Tol Japek Indikator di KM 47 B
a. Kalihurip
b. Karawang Timur
c. Karawang Barat

Penyekatan Jalur Arteri:

1. Polres Sukabumi di Gunung Buthak berbatasan dgn Prov Banten

2. Polresta Cirebon di:
a. Susukan/ Losari (Brebes)
b. Ciledug Arteri (Brebes)
3. Polres Kuningan di Cibimbin (Brebes)
4. Polres Banjar di Cijolang (Cilacap)
5. Polres Ciamis di pos Kalikucang (Cilacap)

Wilayah Polda Jawa Tengah:

1. Penyekatan antarprovinsi di jalur tol :
– Wilayah Sragen di exit Sragen Km 528.
– Gerbang tol Banyumanik Km 421.

2. Penyekatan antarprovinsi di jalur arteri :
– Rembang (Sarang).
– Blora (Simpang 3 Ketapang).
– Wonogiri (Selogiri)
– Sragen (Sambung Macan)

3. Penyekatan arus balik antarkota/kabupaten di jalur arteri/pantura:
– Ruas Rembang-Pati
– Ruas Pati-Kudus
– Ruas Kudus-Demak
– Ruas Demak-Semarang
– Ruas Semarang-Kendal
– Ruas Kendal-Batang
– Ruas Batang-Pekalongan
– Ruas Pekalongan-Pemalang
– Ruas Pemalang-Tegal
– Ruas Tegal-Brebes

Wilayah Polda Jawa Timur:

1. Penyekatan antarprovinsi di jalur tol :
– Wilayah Ngawi – Sragen di Gate Toll Ngawi Km 679.200

2. Penyekatan antarprovinsi di jalur arteri :
• Tuban–Rembang di Pos Bancar
• Pelabuhan Ketapang Jl Raya Situbondo
• Bojonegoro–Cepu di Pos Padangan
• Magetan–Karanganyar di Pos Cemoro sewu
• Pacitan–Solo di Desa Glonggong Donorojo
• Ponorogo–Wonogiri di Desa Biting kec Badegan
• Ngawi–Sragen di Mantingan

3. Penyekatan arus balik antar kota/kabupaten di jalur arteri :
a. Jalur pantura (Arteri):
• Tuban-Lamongan.
• Lamongan-Gresik.
• Gresik–Surabaya
• Surabaya–Sidoarjo
• Sidoarjo–Pasuruan
• Pasuruan–Probolinggo
• Probolinggo–Situbondo
• Situbondo–Banyuwangi

b. Jalur Tengah:
• Ngawi–Magetan
• Magetan–Madiun
• Madiun–Nganjuk
• Nganjuk–Kediri (Mengkreng)
• Kediri–Jombang
• Jombang-Mojokerto
* Mojokerto-Sidoarjo
• Sidoarjo–Surabaya
• Sidoarjo–Pasuruan
• Pasuruan–Malang

c. Jalur Selatan:
• Banyuwangi–Jember
• Jember-Lumajang
• Malang–Blitar
• Blitar–Tulungagung
• Tulungagung–Trenggalek
• Trenggalek–Pacitan.Tim

prolegalnews admin

Tinggalkan Balasan