- Advertisement -
Pro Legal News ID
Hukum

Hukum Harus Ditegakkan Sekalipun Langit Akan Runtuh

Ketua Umum ABI, Sri Sudarti SH MH (ist).

Jakarta, Pro Legal– Dalam dunia hukum ada adagium yang sangat terkenal, fiat justitia ruat caelum (hendaklah hukum ditegakkan sekalipun langit akan runtuh). Lahirnya adagium itu merupakan bentuk perlawanan masyarakat terhadap pemerintahan, Lucius Calpurnius Piso Caesoninus (43 SM)  yang sangat represif yang sebelumnya sempat mengeluarkan ‘titah’ manipulatif  fiat justitia et pereat mundus (hendaklah keadilan ditegakkan agar langit tidak runtuh).

Semboyan itu hingga saat ini menjadi mantra dan doktrin bagi para hamba wet (aparat penegak hukum) untuk menjaga ‘stamina’ mereka dalam menegakkan supremasi hukum (law enforcement). Tanpa terkecuali adalah doktrin bagi para advokat  sebagai bagian dari elemen catur wangsa penegakkan  supremasi hukum selain polisi, jaksa dan hakim. Advokat memiliki peranan untuk mengawal proses hukum sehingga hakim bisa mengambil kesimpulan dan putusan yang seadil-adilnya sesuai dengan sifatnya sebagai officum nobile (profesi yang terhormat).

Kedua semboyan itu sekaligus pesan jika proses penegakkan hukum itu butuh konsistensi dan profesionalisme mengingat tingkat kejahatan itu semakin meningkat baik secara kuantitas dan kualitas. Misi itulah  yang saat ini diemban oleh organisasi profesi Advokat Bangsa Indonesia (ABI) yang diketuai oleh Sri Sudarti SH.SE.MH. MM ABI ingin menciptakan advokat yang profesional dan berwibawa sehingga mampu memberikan kontribusi yang positif  terhadap proses penegakkan supremasi hukum.

Eloknya secara fisik Ketua Umum  DPP ABI  yang beralamat di Jalan Pahlawan No. 64 Surabaya ini lebih pantas menjadi seorang model ketimbang terjun  ke dalam  dunia advokasi yang cenderung intimidatif. Maka kiprah wanita yang masih relatif muda ini layak disebut sebagai Dewi Themis dari Timur, karena memang organisasi ini sebelumnya berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur.

Secara perlahan organisasi ini terus berkembang dengan jumlah anggota yang semakin bertambah. Dengan mengadakan program Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) yang ditunjang oleh para tenaga pengajar dari para advokat yang profesional, diyakini  misi ABI untuk membentuk advokat yang handal dan profesional akan segera tercapai. Sekaligus menghilangkan asumsi jika penggunaan single bar  untuk menciptakan advokat yang bermartabat itu adalah jalan satu-satunya.(ger)

prolegalnews admin

Tinggalkan Balasan