- Advertisement -
Pro Legal News ID
Nasional

Gunakan Anggaran Puluhan Miliar, Proyek Pembangunan Jembatan Rangka Baja Sikan – Tumpung Laung Terbengkelai

Proyek pembangunan jembatan Sikan-Tumpung Laung, Barito Utara (MS)

Barito Utara, Pro Legal- Berdasarkan investigasi lapangan, terlihat jika proyek pembangunan Jembatan Rangka Baja Sikan-Tumpung Laung serta pembangunan Jembatan Rangka Baja Lemo  Seberang-Desa Lemo  terkesan terbengkelai. Karena terlihat tidak ada progres yang memadai dari proyek yang diharapkan bisa menunjang kegiatan ekonomi masyarakat setempat. Yang terlihat hanya sejumlah tiang pancang, walaupun diklaim proyek itu telah berjalan sesuai dengan perencanaan dari PT. Adiya Widyajasa.

Kondisi yang tak jauh berbeda adalah proyek pembangunan Jembatan Lemo Seberang – Desa Lemo yang direncanakan oleh PT Widyadaya Bandaran. Progres pembangunan juga seperti jalan ditempat. Padahal alokasi anggaran untuk kedua proyek itu mencapai Rp 42 miliar. Hingga berita ini ditulis belum ada penjelasan secara resmi dan memadai dari pihak Pemda Barito Utara terkait pelaksanaan proyek tersebut.

Sementara berdasarkan keterangan sumber Pro Legal terungkap jika  pelaksanaan proyek tersebut menyisakan banyak persoalan. Pembangunan jembatan itu menurut keterangan sumber yang diperoleh Pro Legal menggunakan lahan yang belum dibebaskan oleh Pemda setempat sehingga berpotensi terjadinya konflik dikemudian hari. Selain itu proses pembangunan tersebut juga terkesan tidak melalui proses perencanaan yang matang, sehingga rawan terjadinya kerusakan.            

Seperti diketahui, pembangunan Jembatan Rangka Baja Sikan – Tumpung Laung yang dilaksanakan oleh PT. Mutiara Karya Utama dengan kontrak 08/I/DPUPR-BM/2020, tanggal 22 Januari 2020 dimana pembangunan dilaksanakan sejak 22 Januari 2020 sampai 12 Desember 2021 dengan nilai kontrak senilai Rp. 21.800.000.000,- (dua puluh satu miliar delapan ratus juta rupiah).

Masih berdasarkan keterangan dari sumber yang sama, pada tanggal 6 Desember 2021 telah dilakukan addendum penambahan waktu pekerjaan pembangunan jembatan dengan nomor : 08.a/XII/DPUPR-BM/2021 yang pada pokoknya telah terjadi kesepakatan perpanjangan waktu sampai 22 Mei 2022. Berdasarkan hasil investigasi Pro Legal, realisasi pembangunan fisik baru mencapai 69, 32 %.

Tetapi sumber di Pemda Barito Utara yang enggan disebut namanya mengklaim jika pengadaan tanah untuk lokasi Pembangunan Jembatan Sikan – Tumpung Laung telah ditetapkan nilainya oleh Penilai Konsultan appraisal Kantor Jasa Penilaian Publik Satria Iskandar Setiawan Dan Rekan Nomor 00820/2.0124-01/PI/11/0348/1/IX/2021 Tanggal 08 September 2021. Namun karena terjadi refocusing anggaran akibat Pandemi Covid-19 maka pembayaran ganti rugi tanah baru bisa dilaksanakan pada tahun 2022.

Masih menurut sumber tersebut setelah terjadinya insiden tertabraknya tiang pancang sebanyak 3 (tiga) kali ditempat yang berbeda, maka perencanaan direview desain dari jembatan rangka baja bentang 100 meter menjadi jembatan gantung dengan bentang 340 meter untuk menghindari kejadian serupa.

Sedangkan untuk Pembangunan Jembatan Rangka Baja Lemo Seberang – Desa Lemo yang dilaksanakan oleh PT Sangga Buana Multi Karya dengan kontrak Nomor 36/IV/DPUPR-BM/2020 tanggal 7 April 2020 yang dimana pembangunan dilaksanakan sejak 07 April 2020 sampai dengan 20 Januari 2022 dengan nilai kontrak Rp. 21.795.000.000,- (dua puluh satu miliar tujuh ratus sembilan puluh lima ratus juta rupiah). Pada tanggal 12 Januari 2022 telah dilakukan addendum penambahan waktu pekerjaan pembangunan jembatan Nomor 36.a/I/DPUPR-BM/2022 tanggal 12 Januari 2022 yang pada pokoknya telah terjadi kesepakatan perpanjangan sampai 19 Juli 2022. Berdasarkan hasil investigasi Pro Legal realisasi pembangunan fisik baru mencapai 40, 782 %.

Tetapi penelusuran Tim Investigasi Pro Legal, ditemukan fakta, bahwa pembebasan lahan atas jalan yang akan dilewati pembangunan jembatan Sikan-Tumpung – Laung ternyata belum dibebaskan dan belum seluruhnya fungsional. Selain itu pada pembangunan Jembatan Sikan – Laung diketahui bahwa untuk arah Tumpung Laung berjarak 100 M menuju permukiman warga dan belum ada jalan yang menghubungkan dengan jembatan Lemo diketahui bahwa menuju Jalan Lemo berjarak 50 meter dan menuju Desa Lemo berjarak 100 meter, belum ada badan jalan yang menghubungkan dengan jembatan.

Akibat perencanaan struktur jembatan yang tidak direncanakan sesuai keamanan lalu lintas sungai, saat dilakukan pemasangan tiang pancang pembangunan Jembatan Sikan – Tumpung Laung mengalami insiden tertabraknya tiang pancang oleh lalu lintas tongkang batu bara sebanyak 3 kali pada Pier 4, Fender 5 dan Pier 3. Akibat kecelakaan itu, akhirnya dilakukan perubahan desain jembatan untuk bentang tengah yang semula 100 meter menjadi 120 meter dan tinggi jembatan semula 9 meter menjadi 13,5 meter pada kedua jembatan.

Proses pembangunan  dua jembatan itu terindikasi melanggar beberapa ketentuan diantaranya, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI No 41/PRT/ Tentang Penyelenggara Keamnan Jembatan dan Terowongan Jalan serta  Peraturan Presiden RI No 148 Tahun 2015 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum.

Masih berdasarkan keterangan sumber dari Pemda  yang sama, pihak Pemda Barito Utara mengklaim jika pengadaan tanah untuk lokasi Pembangunan Jembatan Lemo Seberang – Desa Lemo telah ditetapkan nilainya oleh Penilai Konsultan appraisal Kantor Jasa Penilaian Publik Satria Iskandar Setiawan Dan Rekan Nomor 00842/2.0124-01/PI/11/0348/1/IX/2021 Tanggal 14 September 2021. Namun karena terjadi refocusing anggaran akibat Pandemi Covid-19 maka pembayaran ganti rugi tanah baru bisa dilaksanakan pada tahun 2022.

Pemda mengklaim jika proyek pembangunan jembatan itu telah berjalan sesuai rencana. Sambil menjelaskan jika pembangunan Jembatan Lemo Seberang – Desa Lemo secara kontrak sudah selesai pada tahun 2022 dan akan dilanjutkan dengan kontrak yang baru pada tahun 2023 melanjutkan pekerjaan yang ada.

Tetapi hingga berita ini ditulis,  surat konfirmasi Pro Legal yang dikirimkan kepada Bupati Barito Utara, H Nadalsyah  tidak mendapat tanggapan. Konfirmasi melalui Whats App juga tidak mendapat jawaban.(Tim

prolegalnews admin

Tinggalkan Balasan