- Advertisement -
Pro Legal News ID
Kriminal

Buntut Tewasnya Taruna ATKP Menhub Nonaktifkan Direktur ATKP Makasar

Jakarta, Pro Legal News – Buntut tewasnya seorang taruna Akademi Tehnik dan Keselamatan Penerbang (ATKP), Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menonaktifkan Direktur Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan Makassar Agus Susanto. Kemarian taruna itu diduga akibat tindakan kekerasan seniornya di akademi tersebut.

Satu taruna Muhammad Rusdi telah diberikan skorsing dan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses hukum. “Setelah melakukan investigasi dan pertemuan internal, kami memutuskan menonaktifkan Direktur ATKP Makassar dan menskorsing satu orang untuk menjalani pemeriksaan pihak kepolisian,” kata Budi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/2).

Hasil investigasi internal, pihak Kemenhub menduga telah terjadi penyimpangan terhadap sistem dan prosedur yang berlaku sehingga menyebabkan tewasnya Taruna ATKP Makassar.

Untuk penyebab pastinya menurut Menhub Budi, pihaknya masih menunggu hasil pebgusutan yang dilakukan kepolisian. “Hasil investigasi internal, kami memutuskan untuk melakukan pergantian personel terhadap seluruh lini di ATKP Makasar yang terlibat pada saat kejadian,” kata Menhub.

Dijelaskan Menhub Budi bahwa Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) yang menaungi sekolah-sekolah perhubungan di seluruh Indonesia secara tegas telah menerapkan aturan-aturan dan SOP. Tujuannya untuk menjauhi dan mencegah kekerasan di dalam kampus/sekolah antar taruna.

Pembenahan pola pengasuhan, dan sosialisasi secara terus menerus telah disampaikan oleh dosen, para pengawas dan unsur kampus/sekolah kepada para taruna setiap mengajar. “Kami selalu ingatkan bahwa budaya kekerasaan bukan hal benar, karena di dunia kerja pun tidak ada senior junior. Yang ada profesionalisme dalam pembelajaran,” tegas Menhub.

Budi berharap ke depan BPSDMP telah menyiapkan langkah nyata perbaikan prosedur operasi standar dan peningkatan pengawasan. Tujuannya   kejadian serupa tidak terulang lagi dengan menambahkan tenaga pengawas dan pengasuh taruna-taruni pada sekolah kedinasan di lingkungan Kementerian Perhubungan. Tim

prolegalnews admin

Tinggalkan Balasan