- Advertisement -
Pro Legal News ID
Nasional

Aparat Berhasil Bebaskan 4 Pekerja Tower BTS yang Sempat Disandera KKB, Dievakuasi Hari Ini

Gerombolan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang kerap menebar teror di Papua (rep)

Jakarta, Pro Legal –  Setelah sempat disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), empat orang pekerja proyek Tower BTS bakal dievakuasi pada Senin (15/5) hari ini.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ignatius Benny Prabowo mengatakan keempat pekerja itu akan dievakuasi usai berhasil diamankan bersama masyarakat Distrik Okbab, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, pada Sabtu (13/5) malam. “Masih menunggu informasi pelaksanaan evakuasi yang rencananya akan dilaksanakan pada hari ini,” ujarnya.

Menurut  Benny, keempat pekerja yang sempat disandera itu akan dievakuasi menggunakan jalur udara lantaran masih belum ada akses jalan yang tersedia. “Evakuasi lewat udara karena belum ada jalur darat ke Distrik Okbab,” tuturnya.

Seperti diketahui, sebelumnya Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri memastikan empat pekerja proyek Tower BTS yang disandera KKB di Distrik Okbab, Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan sudah bebas.

Fakhiri menegaskan tidak ada lagi kekerasan atau penganiayaan yang dilakukan KKB kepada empat korban sandera tersebut. Ia menegaskan keempat korban tersebut sudah aman di masyarakat. “Yang satu sempat mengamankan diri ke Puskesmas, yang kedua ditahan, yang dua ini (bebas) atas pendekatan tokoh masyarakat dan pendeta. Akhirnya diserahkan kepada mereka dan dibawa ke Puskesmas untuk mendapat pengobatan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/4).

Diketahui aksi penyanderaan itu berlangsung sejak Jumat (12/5) pagi. Benny menyebut ketika itu enam orang pekerja tower yang dipimpin oleh Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Pegunungan Bintang Alverus Sanuari, berangkat dari Oksibil menuju Distrik Okbab menggunakan pesawat.

Namun, saat tiba di Lapangan Terbang Okbab, langsung dihadang oleh lima orang yang mengaku berasal dari kelompok KKB. Kelompok tersebut menggunakan senjata tajam, seperti parang, dan melakukan kekerasan fisik terhadap tiga orang pekerja.

Ia mengatakan saat itu, Alverus Sanuari dan satu korban luka bernama Benyamin Sembiring, dibebaskan untuk kembali ke Oksibil. Keduanya tiba di Bandara Oksibil sekitar pukul 11.00 WIT dan langsung dilarikan ke RS Oksibil untuk mendapatkan perawatan medis.(Tim)

 

prolegalnews admin

Tinggalkan Balasan